______________________________________________________________________________________________________________________________________

Thanks to Denny Santoso sebagai narasumber artikel dalam blog ardhifitness. Klik di sini untuk melihat profile facebook Saya, dan jangan lupa add Saya ya!!! Thanks...

______________________________________________________________________________________________________________________________________

Fitness

Training Ala Ardhi

Fat Loss

Banyak orang yang mengira mereka memiliki metabolisme yang lambat

Fitness

Ade Rai kontributor Fitness

Health

Bisa jadi topik ini memicu perdebatan

Sixpack

Bentuk Perut Sixpack

Rabu, 09 November 2011

BODYBUILDING: A Thin Line between Dedication and Ignorance


Topik ini saya angkat setelah percakapan dengan Denny Santoso mengenai beberapa atlet bodybuilding dunia, dan termasuk Indonesia, yang meninggal dalam usia muda. Beberapa dari mereka bahkan meninggal setelah selesai mengikuti kompetisi profesional. Bisa jadi topik ini memicu perdebatan, namun kami berdua setuju bahwa masyarakat dan komunitas bodybuilder harus mengerti mengenai bahaya yang dapat dan sudah terjadi dari olahraga ini serta bagaimana menghindarinya.
Sebelum saya masuk dalam pembahasan, saya ingin tanyakan dulu apa tujuan Anda menjalani aktifitas fitness. Apakah untuk mendapat badan yang sehat, badan yang atletis atau secara ekstrem murni muscle minded?
Seperti kita ketahui bersama bahwa seorang bodybuilder menjalani hidup jauh di luar kewajaran manusia biasa. Coba bayangkan, berapa puluh butir telur dan berapa kilogram daging ayam atau sapi yang dikonsumsi setiap hari, belum lagi sejumlah suplemen yang dipakai dengan takaran jauh di atas jumlah yang disarankan, hal ini tentu mempunyai efek yang berarti bagi tubuh.
Berikut saya coba bahas secara sistematis apa saja bahaya dalam persiapan kompetisi binaraga.
  1. Segi latihan
    Latihan yang terlalu ekstrem hingga 4-6 jam sehari akan menimbulkan masalah antara lain: pembesaran jantung/kardiomegali, overtraining syndrome, cedera pada sendi dan otot.
  2. Segi diet
    Seperti yang saya tulis di atas, bahwa diet pada atlet binaraga adalah diet yang ekstrem. Protein yang sangat tinggi dan karbohidrat serta lemak yang sangat rendah. Apa bahaya dari diet seperti ini? Karena asupan karbohidrat yang sangat rendah, maka tubuh akan menggunakan cadangan lemak dan protein sebagai sumber energi untuk mempertahankan kerja organ seperti jantung, otak, dan lain-lain. Kondisi ini akan mengakibatkan darah menjadi asam dengan kadar keton yang tinggi. Otak manusia adalah organ yang murni bergantung pada karbohidrat untuk mempertahankan fungsinya. Kadar keton yang tinggi dan karbohidrat rendah akan menimbulkan gangguan dalam kerja otak. Darah manusia yang menjadi asam dapat mengakibatkan kerja seluruh sistem enzimatik dalam tubuh.
    Menjelang kompetisi, atlet juga menahan konsumsi air bahkan tidak minum air sama sekali 1-2 hari menjelang tampil. Dehidrasi seperti ini yang terjadi berulang tentu dapat merusak kerja ginjal (dan suplemen yang menjadi kambing hitam untuk kerusakan ginjal).
    Asupan nutrisi yang tidak seimbang juga mengakibatkan gangguan keseimbangan elektrolit darah seperti natrium, kalium, calcium dan magnesium.
  3. Obat-obatan
    Sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak atlet binaraga yang menggunakan obat untuk menghasilkan postur dan “ukiran” otot yang jelas. Saya akan bahas beberapa obat yang sering dipakai.
    Diuretik: Obat ini dipakai untuk mengeluarkan paksa urin untuk mendapatkan postur badan yang lebih kering. Penggunaan diuretik akan mengakibatkan dehidrasi dan gangguan elektrolit seperti hipokalemia atau kadar kalium yang rendah. Hipokalemia sendiri akan menimbulkan kelemahan otot termasuk otot pernafasan.
    Insulin: Beberapa atlet menggunakan insulin untuk mendapatkan efek growth factor. Risiko yang terjadi adalah penurunan gula darah secara cepat sehingga dapat menimbulkan kejang dan kematian.
    Steroid: Obat ini memang selalu menjadi kontoversi. Banyak laporan yang mengaitkan steroid dengan kerusakan tubuh JANGKA PANJANG. Saya sengaja tulis secara kapital untuk menekankan bahwa steroid tidak berbahaya untuk jangka pendek, tapi efek jangka panjanglah yang berbahaya. Steroid berhubungan dengan kerusakan jantung, liver, ginjal serta berhubungan dengan peningkatan kejadian kanker.
    Synthol: Synthol adalah semacam suspensi lemak yang disuntikkan dalam otot untuk meningkatkan ukurannya. Memang ini lebih mirip operasi implan silikon.
Saya tuliskan beberapa contoh kasus kematian atlet binaraga yang saya dapatkan dari referensi Ironman Magazine:
  • 1988. Albert Beckles. Pingsan dan kejang saat tampil akibat diuretik dan dehidrasi
  • 1991. Andy Rody. Pingsan dan meninggal saat tampil di panggung karena dehidrasi
  • 1992. M Benaziza meninggal setelah tampil di Eropa. Autopsi menunjukkan adanya gagal jantung dan dehidrasi pada usia 33 tahun
  • 2007. J Baglio meninggal karena gagal jantung. Dalam kasus ini dokter M Lucente juga diseret ke pengadilan karena memberikan suntikan steroid dan growth hormone dalam dosis tinggi. Autopsi menunjukkan kerusakan masif organ dalam karena steroid.
Jadi, apa yang harus dilakukan oleh para atlet binaraga untuk mempersiapkan kompetisi secara aman?
  1. Konsumsi air tetap harus dilakukan hingga maksimal 12-14 jam sebelum pertandingan. Periode ini saya ambil dengan anggapan bahwa orang berpuasa tidak minum selama 12-14 jam.
  2. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk pemantauan.
    a. Selama latihan, lakukanlah medical check up secara rutin untuk memantau kondisi jantung, liver dan ginjal.
    b. Pemeriksaan kadar elektrolit darah selama persiapan kompetisi. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya, kadar elektrolit sering mengalami gangguan karena dehidrasi dan penggunaan diuretik.
  3. Ingat bahwa tubuh Anda pasti memberikan sinyal bahaya bila Anda terlalu memeras fungsi dan kerja nya secara berlebihan. Seperti jantung berdebar atau pandangan kabur, sesak nafas bahkan penurunan kesadaran. Segera periksakan diri Anda pada dokter bila mengalami gejala-gejala tersebut.
Memang perdebatan selalu muncul mengenai bahaya yang menyertai persiapan kompetisi binarga. Artikel ini dibuat untuk memberikan masukan serta pengertian dari bahaya tersebut.

Anemia: Kurang Darah, Bukan Darah Rendah


Banyak diantara kita sering bertanya: Apakah saya menderita kurang darah? Apa saja gejala kurang darah? Apakah kurang darah itu sama dengan dengan darah rendah?
Anemia atau kurang darah adalah suatu kondisi yang ditandai dengan kadar hemoglobin/Hb <11mg/dL dalam darah. Apa itu Hb? Hb adalah senyawa dalam darah yang berfungsi untuk mengantarkan oksigen dalam darah ke berbagai organ tubuh.
Gejala Anemia
Apa saja gejala yang muncul jika menderita anemia? Kita dapat bagi gejala yang muncul berdasar sifat terjadinya anemia yaitu akut/mendadak dan kronik/menahun.
Pada anemia akut, gejala yang muncul adalah:
  • Pucat mendadak.
  • Keringat dingin.
  • Hingga pingsan dan kematian.
Pada anemia kronik, gejala yang muncul adalah:
  • Mudah lelah, lemas, pucat, dan sesak.
  • Adanya gangguan pertumbuhan pada anak kecil.
Penyebab Anemia
Penyebab anemia akut adalah perdarahan yang terjadi secara mendadak, misalkan pada kecelakaan, operasi bedah maupun perdarahan saluran cerna yang masif. Sedangkan penyebab anemia kronik adalah kekurangan nutrisi seperti zat besi, asam folat dan B12, cacingan, perdarahan kronik. Penyebab anemia yang lainnya adalah gagal ginjal, kanker hingga gangguan produksi darah di sumsum tulang.
Penyebab anemia yang beragam tersebut dapat dengan mudah untuk diketahui dengan pemeriksaan oleh dokter, laboratorium darah hingga pemeriksaan sumsum tulang secara langsung.
Pengobatan Anemia
Pengobatan anemia disesuaikan dengan penyebab dan sifat terjadinya anemia. Pada anemia akut yang disebabkan perdarahan hebat, transfusi adalah pengobatan yang bersifat menyelamatkan jiwa, sedangkan suplementasi zat besi, asam folat dan B12 diberikan bila memang terbukti sebagai penyebab anemia itu sendiri. Kecukupan protein juga merupakan salah satu factor yang penting untuk dijaga dalam penanganan anemia, dan whey protein adalah pilihan yang paling baik untuk itu.
Suplementasi zat besi akan menimbulkan warna kehitaman pada kotoran saat BAB. Hal ini adalah kondisi normal yang tidak perlu dikhawatirkan.
Orang dengan gejala anemia tidak disarankan untuk langsung konsumsi obat-obatan penambah darah, karena:
  1. Seperti dijelaskan diatas bahwa penyebab anemia bermacam-macam, sehingga penyebabnya harus dicari sebelum diberikan pengobatan yang sesuai.
  2. Anemia bisa jadi merupakan gejala dari penyakit lain yang lebih serius seperti kanker atau gangguan sumsum tulang.
Anemia tidak sama dengan darah rendah. Anemia seperti yang dijelaskan di atas adalah kondisi kurangnya kadar Hb dalam darah, sedangkan darah rendah adalah kondisi di mana tekanan darah turun di bawah normal.

Mitos & Fakta Seputar Diet Vegetarian

Mitos-Fakta-Seputar-Diet-Vegetarian
Istilah vegetarian sering diasumsikan sebagai pola diet yang hanya boleh mengkonsumsi makanan nabati atau yang berasal dari tumbuhan. Tetapi, sebenarnya ada juga tipe vegetarian yang masih boleh mengkonsumsi makanan hewani. Vegetarian dibedakan menjadi 2 golongan besar, yaitu vegetarian yang masih mengkonsumsi produk telur dan susu disebut lacto-ovo vegetarian dan vegetarian total yang disebut vegans.
Berikut adalah beberapa mitos dan fakta seputar diet vegetarian:
  1. Mitos : Diet vegetarian selalu rendah lemak
    Fakta : Bagi penganut lacto-ovo vegetarian, konsumsi produk susu dan telur masih mengandung kadar lemak yang tinggi. Bahkan bagi vegans, penggunaan minyak nabati seperti minyak zaitun juga mengandung tinggi lemak.
  2. Mitos : Diet vegetarian menurunkan kadar kolesterol dan serangan jantung
    Fakta: Memang benar bahwa vegetarian memiliki risiko penurunan serangan jantung, namun perlu diingat bahwa faktor bawaan tubuh atau genetik seseorang memiliki pengaruh paling besar dalam produksi kolesterol dalam darah.
  3. Mitos : Diet vegetarian selalu sehat
    Fakta : Memang secara statistik didapatkan bahwa vegetarian memiliki angka kesehatan lebih baik daripada non-vegetarian. Tapi hal ini masih diperdebatkan apakah disebabkan oleh faktor diet semata, karena vegetarian cenderung lebih mengatur pola olahraga dan lebih sedikit yang merokok.
  4. Mitos : Diet vegetarian rendah kalsium dan protein
    Fakta : Sumber kalsium dan protein dapat ditemukan dalam jumlah yang cukup di sumber makanan nabati.
Selain mitos dan fakta diatas, saya sendiri tidak menganjurkan diet vegetarian (dalam hal medis tentu saja) karena terdapat beberapa bahaya lain dari vegetarian yaitu:
  1. Defisiensi vitamin B12 dan vitamin D yang berasal dari sumber hewani.
  2. Defisiensi zat besi dan Omega-3.
  3. Kelebihan kadar garam yang sering ditemukan pada makanan pengganti daging.
Bila Anda inigin memulai pola diet vegetarian, maka disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli gizi terlebih dahulu untuk mengatur pola makan yang tepat dan menghindari defisiensi gizi.
Dr Jeffry Tenggara, SpPD
Internist
Sportindo Medical Consultant
Siloam Hospitals
Vegetable Green

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More